Glosarium
A
Absorpsi
Pada sistem pencernaan, merupakan proses penyerapan nutrisi yang terjadi pada usus.
Akar gigi
Bagian gigi yang tertanam di dalam rahang.
Anemia
Kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin.
Anoskopi
Pemeriksaan atau tindakan menggunakan endoskop untuk memeriksa dan mengetahui gangguan pada rektum dan anus.
Antrum
Bagian terbawah dari lambung, terkadang disebut juga dengan antrum pilorus.
Anus
Bagian paling akhir dari usus besar, yang terdiri dari otot-otot dasar panggul dan dua sfingter anal (internal dan eksternal).
Apeks lingua
Ujung lidah.
Apendisitis atau radang usus buntu
Peradangan yang terjadi pada Apendiks vermiformis (umbai cacing/usus buntu).
Arteri
Disebut juga pembuluh nadi, merupakan salah satu jenis pembuluh darah yang membawa darah dari jantung dan menyebarkan darah beroksigen ke beberapa bagian tubuh. Terdapat tiga jenis arteri, yaitu arteri elastis, arteri muskular, dan arteriol.
Asam amino esensial
Asam amino yang tidak dapat disintesis atau dibentuk oleh tubuh, jadi diperoleh melalui makanan.
Asam amino nonesensial
Asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh.
Asinus/pancreatic acini
Merupakan jaringan eksokrin pankreas yang terdiri atas sel berbentuk seperti anggur, dapat menghasilkan enzim pencernaan ke dalam duodenum.
.
B
Basal Metabolic Rate (BMR) atau Angka Metabolisme Basal (AMB)
Kebutuhan minimal energi untuk melakukan proses vital.
Beri-beri
Kondisi yang terjadi karena tubuh kekurangan vitamin B1 (thiamine).
Bilirubin
Pigmen berwana oranye-kuning yang terbentuk secara alami sebagai hasil dari pemecahan sel darah merah yang sudah tua.
Body Mass Index (BMI) atau Indeks Masa Tubuh (IMT)
Salah satu cara untuk mengetahui kesetimbangan energi.
.
C
Cairan intravena (intravenous fluids infusion) atau cairan infus
Pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh, melalui sebuah jarum, ke dalam pembuluh vena (pembuluh balik) untuk menggantikan kehilangan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh.
Cairan lambung Cairan yang dihasilkan kelenjar lambung yang mengandung air lendir atau musin, asam lambung (HCl), enzim renin, dan enzim pepsinogen (enzim pepsin yang belum aktif).
Caninus
Gigi taring.
Chyme
Cairan pekat atau berupa pasta.
Coronary ligament
Jaringan ikat yang menempel pada bagian atas hingga bawah hati yang berbatasan dengan diafragma hingga membentuk segitiga.
.
D
Defekasi
Dorongan untuk buang air besar disengaja.
Dehidrasi
Kondisi ketika cairan tubuh yang hilang lebih banyak daripada yang dikonsumsi.
Dens desidui
Gigi sulung.
Dens lakteus
Gigi susu.
Diare
Gangguan pencernaan yang menyebabkan feses bertekstur encer, dan membuat frekuensi buang air besar lebih sering dari biasanya.
Digesti
Proses pencernaan: penyederhanaan dan pemecahan zat makanan.
Disentri
Peradangan dan infeksi pada usus yang dapat mengakibatkan diare dengan disertai darah atau lendir.
Dorsum lingua
Punggung lidah.
Duktus pankreatikus
Saluran pankreas menuju usus.
Duodenum
Disebut juga usus dua belas jari, merupakan bagian terpendek dari usus halus, memiliki panjang hanya 25-38 cm.
.
E
Elektrolit
Bahan kimia yang terbentuk secara alami dalam cairan tubuh melalui gabungan beberapa zat.
Eliminasi
Pada sistem pencernaan, merupakan tahap pembuangan zat-zat sisa.
Empedu
Zat yang dihasilkan dari perombakan sel darah merah yang tua atau rusak oleh hati, yang berguna untuk membantu mencerna lemak, dan akan disimpan di dalam kantong empedu.
Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP)
Pemeriksaan atau tindakan menggunakan endoskop untuk mendiagnosis gangguan pada pankreas, saluran empedu, dan kantung empedu. ERCP merupakan kombinasi endoskop dan rontgen (x-ray).
Endoskop
Alat berbentuk selang yang dilengkapi dengan kamera dan senter pada bagian ujungnya, dan digunakan untuk memeriksa bagian atau organ dalam tubuh melalui celah atau bagian tubuh yang disayat.
Endoskopi
Prosedur medis yang dilakukan dengan menggunakan endoskop.
Enkopresis
Buang air besar tanpa disengaja.
Enzim
Senyawa kimia berupa protein yang berperan sebagai biokatalisator.
Enzimatik
Proses dengan melibatkan enzim.
Enzim amilase
Enzim yang berfungsi untuk memecah pati menjadi gula.
Enzim disakaridase
Enzim yang berfungsi untuk menguraikan disakarida menjadi monosakarida.
Enzim enterokinase
Enzim yang berfungsi untuk mengaktifkan enzim erepsin.
Enzim erepsinogen
Bentuk enzim erepsin yang belum aktif. Ketika telah aktif atau telah menjadi enzim erepsin, berfungsi untuk mengubah pepton menjadi asam amino.
Enzim lipase
Enzim yang berfungsi untuk memecah lemak dalam makanan.
Enzim pepsin
Enzim yang berfungsi memecah pepton menjadi proteosa.
Enzim protease
Enzim yang befungsi untuk memecah protein yang ada di makanan dan melindungi pencernaan dari kuman yang mungkin terdapat di usus.
Enzim ptialin
Enzim yang berfungsi memecah amilum/zat tepung (karbohidrat kompleks) menjadi gula sederhana berupa disakarida yaitu maltosa agar dapat lebih mudah dicerna.
Enzim renin
Enzim yang berfungsi untuk menggumpalkan protein susu (kasein) yang terdapat dalam susu.
Enzim pepsinogen
Enzim pepsin yang belum aktif.
Escherichia coli
Bakteri yang membantu dalam proses pembusukan sisa makanan menjadi feses di dalam usus besar.
Esofagus
Disebut juga kerongkongan, merupakan saluran penghubung antara rongga mulut dengan lambung.
External hemorrhoid atau wasir eksternal
Kondisi ketika pembengkakan pembuluh darah tampak dari luar dan terasa lebih nyeri.
.
F
Falciform ligament
Jaringan ikat berbentuk sabit yang menempel pada bagian depan hati dan secara alamiah memisahkan lobus kanan dan lobus kiri.
Feeding tube
Pipa makanan atau disebut sonde, merupakan suatu alat bantu medis berupa selang plastik lunak yang dipasang melalui hidung atau mulut menuju lambung.
Feses
Kotoran atau limbah yang merupakan sisa makanan atau hasil akhir dari proses pencernaan.
Frenulum linguae
Lipatan mukosa yang menghubungkan lidah ke dasar rongga mulut dan tulang rahang bawah atau mandibula.
Fundus
Area yang berbentuk lengkungan di bagian atas lambung dan terletak di bawah diafragma.
.
G
Gastritis atau maag
Peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada lapisan dinding lambung.
Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau asam lambung
Munculnya rasa terbakar di dada akibat asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus).
Gastroskopi atau Esophagogastroduodenoscopy (ESD)
Pemeriksaan atau tindakan menggunakan endoskop untuk memantau saluran kerongkongan, lambung, dan usus 12 jari (duodenum).
Gerak peristaltik
Gerak yang terjadi karena otot yang memanjang dan melingkari dinding kerongkongan mengerut secara bergantian.
Glikogenesis
Penyimpanan glikogen di dalam hati.
Glikogenolisis
Pengubahan monosakarida dari usus halus menjadi glikogen.
.
H
Heartburn
Rasa sakit seperti terbakar atau tidak nyaman di dada bagian atas dan tengah, mungkin melibatkan leher dan tenggorokan, yang dapat memburuk ketika berbaring.
Hemoroid atau wasir atau ambeien
Pembengkakan atau pembesaran pada pembuluh darah di bagian akhir usus besar (rektum) dan anus.
Hepar atau liver atau hati
Salah satu organ yang perannya sangat vital dalam tubuh manusia, dan merupakan organ terbesar yang terletak di dalam tubuh dengan berat ± 1,5 kg.
Hormon CCK (kolesistokinin)
Hormon yang berfungsi merangsang hati untuk mengalirkan cairan empedu ke dalam usus halus.
Hormon gastrin
Hormon yang berfungsi merangsang pelepasan enzim pankreas, pengosongan kantung empedu, dan gerakan otot usus.
Hormon ghrelin
Hormon yang berfungsi untuk meningkatkan nafsu makan pada saat tubuh lapar, sehingga dikenal juga dengan hormon rasa lapar. Selain banyak dihasilkan oleh lambung, hormon ghrelin juga terdapat pada usus halus, pankreas dan otak dalam jumlah kecil.
Hormon glukagon
Hormon yang dihasilkan oleh sel alfa pankreas, berfungsi untuk meningkatkan kadar gula dalam darah, dan memecah cadangan gula dalam hati lalu membawanya ke darah.
Hormon insulin
Hormon yang dihasilkan oleh sel beta pankreas, berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah, apabila kadar gula dalam darah berlebihan, maka insulin akan menyimpan gula berlebih tersebut di dalam hati.
Hormon Pancreatic peptide YY (PYY)
Pancreatic peptide YY atau peptida YY (PYY) Hormon yang menyebabkan penurunan nafsu makan sehingga merasa kenyang.
Hormon sekretin
Hormon yang berfungsi merangsang kelenjar pankreas untuk mengalirkan senyawa kimia yang dihasilkan ke dalam usus halus.
Hormon somatostatin
Hormon yang dihasilkan sel delta pankreas, berfungsi untuk menghambat sekresi glukagon oleh sel alfa pankreas, dan menghambat sekresi insulin oleh sel beta pankreas, serta menghambat produksi polipeptida oleh sel F pankreas.
.
I
Ileum
Disebut juga usus penyerap, merupakan bagian terakhir dari usus halus, dan merupakan bagian terpanjang dari usus halus.
Incisivus
Gigi seri.
Ingesti
Proses masuknya makanan ke dalam mulut
Internal hemorrhoid atau wasir dalam
Kondisi ketika pembuluh darah yang membengkak tidak terlihat dari luar.
Intestinum crassum
Disebut juga usus besar, merupakan bagian akhir dari sistem pencernaan manusia, dan terletak setelah usus halus.
Intestinum tenue
Disebut juga usus halus, merupakan organ dalam sistem pencernaan yang berfungsi sebagai tempat penyerapan nutrisi dari makanan dan tempat terjadinya proses pencernaan yang paling panjang.
.
J
Jejunum
Disebut juga usus kosong, merupakan bagian tengah dari usus halus yang terletak di antara usus dua belas jari (duodenum) dan usus penyerap (ileum).
.
K
Kantong empedu
Organ kecil berwarna hijau dan berbentuk buah pir yang terletak di belakang hati, berfungsi untuk menyimpan cairan empedu.
Karbohidrat kompleks
Karbohidrat yang mengandung banyak monosakarida.
Karbohidrat sederhana
Karbohidrat yang mengandung satu atau dua jenis gula.
Karbohidrat
Senyawa majemuk yang mengandung unsur C (karbon), H (hidrogen), dan O (oksigen).
Kardiak
Bagian ujung lambung teratas yang berhubungan langsung dengan kerongkongan.
Kebutuhan Kalori Total (KKT)
Jumlah kebutuhan kalori tubuh ditambah dengan jumlah kalori saat melakukan aktivitas fisik.
Kelenjar
Jaringan tubuh yang dapat menyekresikan suatu zat tertentu.
Kelenjar eksokrin
Kelenjar yang mengeluarkan zat (selain hormon) melalui saluran ke bagian tertentu, yang termasuk kelenjar eksokrin dalam sistem pencernaan adalah kelenjar saliva, kelenjar lambung, hati, pankreas, dan kelenjar usus halus.
Kelenjar endokrin
Kelenjar yang melepaskan zat (hormon) secara langsung ke aliran darah dalam tubuh, yang termasuk kelenjar endokrin dalam sistem pencernaan adalah kelenjar lambung, pankreas, dan kelenjar usu halus.
Kelenjar lambung
Kelenjar yang terdapat pada dinding lambung, dan dapat mengeluarkan sekret berupa cairan pencernaan yang disebut cairan lambung.
Kelenjar parotis
Kelenjar ludah terbesar yang berada di depan telinga, dan merupakan bagian dari kelenjar saliva mayor.
Kelenjar saliva
Kelenjar yang menghasilkan sekret bernama saliva.
Kelenjar saliva mayor
Kelenjar saliva berukuran besar yang mengeluarkan saliva ke dalam rongga mulut melalui saluran.
Kelenjar saliva minor
Kelenjar saliva berukuran kecil yang tersebar diseluruh rongga mulut, dan terbuka langsung ke dalam mulut karena letaknya yang tersebar diseluruh rongga mulut.
Kelenjar sublingualis
Kelenjar terkecil dari kelenjar saliva mayor, letaknya berada di dasar mulut dan di bawah kedua sisi lidah.
Kelenjar submandibularis
Kelenjar ludah yang letaknya berada di bawah rahang, dan merupakan bagian dari kelenjar saliva mayor.
Kolon
Bagian usus besar yang paling panjang dan terbagi atas empat bagian, yaitu kolon asenden (kanan rongga perut), kolon transversum (melintang dari kanan ke kiri di bagian atas rongga perut), kolon desenden (kiri rongga perut), dan kolon sigmoid (bagian yang terhubung dengan rektum).
Kolonoskopi
Pemeriksaan atau tindakan menggunakan endoskop untuk mengamati kondisi usus besar yang sering kali dilakukan guna mendiagnosis kanker usus besar.
Konstipasi atau sembelit
Gangguan pada sistem pencernaan saat seseorang buang air besar kurang dari 3 kali seminggu atau kesulitan buang air besar.
Kronis
Kondisi atau sifat penyakit yang telah lama terjadi.
Kwashiorkor
Kondisi malnutrisi akibat kekurangan asupan protein.
.
L
Lansia
Seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas.
Lapisan epitel
Lapisan yang berfungsi untuk melindungi permukaan tubuh.
Leher gigi
Bagian gigi yang terlindung dalam gusi.
Lemak/lipid
Senyawa yang tersusun atas unsur C (karbon), H (hidrogen) dan O (oksigen).
Lesser omentum
Jaringan ikat yang menempel pada bagian bawah hati yang berbatasan dengan lambung dan usus besar.
Lidah
Organ yang terdiri dari sekumpulan otot tanpa tulang, yang dilapisi oleh jaringan berwarna merah muda bernama mukosa.
Ligamen
Jaringan ikat pemisah.
Lower Esophageal Sphincter (LES)
Sfingter atau otot kerongkongan bagian bawah.
.
M
Mahkota gigi
Disebut juga puncak gigi, merupakan bagian gigi yang tampak dari luar.
Makronutrien
Zat makanan makro/zat makanan yang diperlukan tubuh dalam jumlah besar.
Malnutrisi atau malagizi
Gangguan kesehatan gizi/nutrisi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup nutrisi, dapat karena kelebihan, kekurangan, atau ketidakseimbangan gizi.
Marasmus
Kondisi yang disebabkan oleh kekurangan asupan kalori berkepanjangan, baik dari protein maupun karbohidrat.
Mikronutrien
Zat makanan mikro/zat makanan yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit.
Mineral
Senyawa non-organik dibutuhkan sebagai nutrisi esensial oleh mikroorganisme untuk melakukan fungsi yang diperlukan untuk hidup.
Molar
Gigi graham belakang.
Molekul
Bagian terkecil dari senyawa yang tersusun dari gabungan dua atau lebih atom.
Mukosa
Lapisan dalam yang diliputi epitel, dapat menyekresi mukus dan melepaskan hormon ke dalam darah.
Mukus
Cairan pekat dan licin.
Musin
Protein yang dibuat oleh sel, dan digunakan untuk membuat cairan kental yang disebut lendir.
Muskularis
Lapisan otot.
.
N
Natrium bikarbonat
Diproduksi oleh pankreas karena dipicu oleh hormon sekretin yang dikeluarkan oleh duodenum. Natrium bikarbonat berfungsi untuk menetralkan makanan di dalam duedenum karena makanan dari lambung yang bersifat asam.
NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drugs)
Kelompok obat yang digunakan untuk mengurangi peradangan, meredakan nyeri, dan menurunkan demam.
.
O
Operasi laparoskopi atau operasi lubang kunci
Operasi dengan membuat beberapa sayatan sebesar lubang kunci di perut, dan dokter akan memasukkan alat bedah khusus untuk mengangkat usus buntu.
Operasi laparotomi atau operasi bedah terbuka
Operasi dengan membedah perut bagian kanan bawah sepanjang 5–10 cm, dan mengangkat usus buntu.
.
P
Pankreas
Salah satu organ yang termasuk ke dalam kelenjar pencernaan pada sistem pencernaan karena dapat menghasilkan enzim dan hormon yang digunakan dalam membantu proses pencernaan.
Papila
Ujung dari saraf pengecap yang terhubung dengan saraf di otak, sehingga memungkinkan untuk dapat merasakan berbagai macam rasa pada makanan (pahit, asam, asin, dan manis).
Parotitis epidemika atau gondong
Suatu penyakit infeksi akut serta menular yang disebabkan Paramyxovirus.
Pembuluh darah
Saluran yang berfungsi untuk mengedarkan darah.
Pembuluh kil
Pembuluh getah bening usus.
Pembuluh limfe
Saluran yang berfungsi mengedarkan getah bening.
Pencernaan kimiawi
Proses pengubahan makanan dari zat yang kompleks menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana melalui bantuan enzim, dengan melibatkan kelenjar-kelenjar pencernaan.
Pencernaan mekanik
Proses pengubahan makanan menjadi lebih kecil atau halus melalui proses fisik seperti mengunyah atau menghancurkan, dengan melibatkan organ-organ pencernaan.
Peritoneum
Lapisan yang sangat tipis yang menyusun membran serosa.
Pleksus submukosa
Jala-jala sel saraf pada bagian dalam submukosa.
Polipeptida pankreas
Hormon yang dihasilkan sel F pankreas (sel gamma pankreas), dapat berfungsi untuk memperlambat penyerapan makanan, namun fungsi utamanya masih belum diketahui.
Premolar
Gigi graham depan.
Proktoskopi
Pemeriksaan atau tindakan menggunakan endoskop untuk mengamati dan mengevaluasi perdarahan pada rektum, yaitu bagian akhir usus sebelum anus.
Protein
Senyawa majemuk yang tersusun dari unsur C (karbon), H (hidrogen), dan N (nitrogen).
Protein hewani
Protein yang diperoleh dari hewan, seperti daging, telur dan ikan.
Protein nabati
Protein yang diperoleh dari tumbuhan seperti kacang-kacangan.
Pulau-pulau langerhans/Islet of Langerhans
Merupakan jaringan endokrin pankreas yang yang tersebar di seluruh jaringan pankreas, dapat menghasilkan hormon insulin dan glukagon dalam darah.
.
R
Radiks lingua
Pangkal lidah.
Reagen
Suatu zat kimia yang digunakan dalam suatu reaksi untuk mendeteksi, mengukur, memeriksa dan menghasilkan zat lain.
Rectal tube
Suatu alat berbentuk selang yang dimasukkan melalui anus, yang digunakan untuk membantu membersihkan rektum, dan mengeluarkan udara dari usus sehingga dapat mengurangi ketegangan perut, serta membantu mengeluarkan feses cair.
Rehidrasi
Mengembalikan cairan tubuh yang hilang.
Rontgen atau pemeriksaan x-ray
Tindakan menggunakan radiasi untuk mengambil gambar bagian dalam dari tubuh seseorang.
.
S
Saliva
Air liur atau ludah, berupa cairan mulut yang kompleks, terdiri dari campuran sekresi dari kelenjar saliva mayor dan minor di dalam rongga mulut.
Saluran cerna bagian atas
Saluran pencernaan yang meliputi: rongga mulut, esofagus, lambung, dan usus halus.
Saluran cerna bagian bawah
Saluran pencernaan yang meliputi: usus besar-anus.
Saluran empedu
Saluran yang membawa cairan empedu dari hati ke usus.
Saluran pencernaan atau saluran gastrointestinal
Saluran yang memanjang dari mulut hingga ke anus. Saluran ini berfungsi untuk mencerna, memecah, dan menyerap nutrisi dari makanan yang kemudian dialirkan ke seluruh tubuh melalui peredaran darah.
Sekret
Substansi kimiawi dalam bentuk lendir yang dikeluarkan ketika sekresi.
Sekum
Bagian usus besar berbentuk seperti kantong yang menghubungkan bagian akhir usus halus (ileum) dengan usus besar.
Sel chief
Sel yang berfungsi untuk memproduksi enzim pepsinogen, yaitu enzim pepsin dalam bentuk tidak aktif.
Sel goblet
Sel yang berfungsi untuk memproduksi mukus atau lendir untuk menjaga lapisan terluar sel supaya tidak rusak karena enzim pepsin dan asam lambung.
Sel hepatosit
Sel yang melapisi sinusoid dan membentuk sebagian besar sel di hati. Hepatosit memiliki fungsi penting karena melakukan sebagian besar fungsi hati, yakni: pencernaan, metabolisme, dan penyimpanan serta produksi empedu.
Sel kupffer
Sel yang berasal dari jaringan sel darah putih. Fungsi sel hati ini menghancurkan zat asing atau sel-sel mata. Pada anatomi hati, sel kupffer berperan menangkap dan memecah sel darah merah yang sudah tua dan meneruskannya ke sel hepatosit.
Sel parietal
Sel yang berfungsi untuk memproduksi asam lambung (HCl) yang berguna dalam pengaktifan enzim pepsin.
Senyawa
Zat yang dapat diuraikan menjadi dua zat atau lebih dengan cara kimia.
Sepsis
Abses atau infeksi sistemik, merupakan respon mematikan dari sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi atau cedera yang berpotensi mengancam nyawa.
Serosa
Lapisan luar jaringan ikat yang mengelilingi saluran pencernaan.
Sfingter oddi (SO)
Katup otot yang ditemukan di ujung saluran empedu dan pankreas di mana mereka terhubung ke duodenum.
Sfingter pilorus
Katup yang membuka dan menutup yang memungkinkan makanan lewat dari lambung ke usus halus.
Sigmoidoskopi
Pemeriksaan atau tindakan menggunakan endoskop untuk memeriksa rongga belokan berbentuk S antara rektum dengan kolon yang menurun (kolon sigmoid).
Sistem pencernaan
Kumpulan organ yang saling terintegrasi untuk melakukan proses pencernaan makanan.
Skorbut
Penyakit malnutrisi akibat tubuh kekurangan vitamin C.
Stomatitis atau sariawan
Luka atau peradangan pada lapisan mukosa, ditandai dengan adanya bercak luka berwarna putih dan dapat terjadi pada dinding mulut, bibir, dan lidah.
Submukosa
Jaringan ikat kedua sebelah dalam yang dilalui pembuluh darah dan pembuluh limfe yang besar, dan cabangnya menembus lapisan mukosa.
.
T
Triangular ligament
Jaringan ikat yang terbagi menjadi ligamen kanan yang membelah lobus kanan hati, serta ligamen kiri yang membelah lobus kiri hati.
Tulang hyoid
Tulang berbentuk mirip tapal kuda yang terletak di antara leher dan dagu bagian dalam.
.
U
Ulkus peptikum atau tukak lambung
Peradangan yang telah merusak lambung, dan menyebabkan luka atau hilangnya sebagian dinding lambung.
Upper Esophageal Sphincter (UES)
Sfingter atau otot kerongkongan bagian atas.
.
V
Vagotomy
Pembedahan untuk memotong satu atau lebih cabang saraf vagus pada lambung yang mengirimkan pesan dari otak ke perut.
Vaksin MMR (Measles Mumps Rubela)
Vaksin yang digunakan untuk melindungi tubuh dari tiga jenis penyakit, yaitu campak (measles), gondongan (mumps), dan rubella).
Vena kava
Pembuluh balik yang membawa darah mengandung karbondioksida kembali ke jantung.
Ventrikulus
Disebut juga lambung, merupakan organ di dalam tubuh yang berbentuk seperti kantung yang berukuran besar.
Vili
Jonjot-jonjot yang terdapat pada dinding halus.
Vitamin
Zat organik yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah sedikit.