SiPenc | Sistem Pencernaan

Pertemuan 1

ZAT MAKANAN

Pada beberapa pertemuan sebelumnya, kita pernah mempelajari Jaringan pada Hewan. Pada materi tersebut kita telah mempelajari jaringan, organ, dan sistem organ yang akan membentuk suatu individu (organisme) khususnya manusia, untuk itu coba sebutkan sistem organ apa saja yang terdapat pada manusia?

Pada dasarnya kita harus memenuhi kebutuhan energi kita dengan mengkonsumsi makanan. Tahukah kalian bahwa setiap makanan yang kita konsumsi mengandung zat-zat tertentu? Coba sebutkan zat-zat makanan yang kalian ketahui!

Apabila materi pada pertemuan ini dapat dipelajari dengan baik dan sungguh-sungguh, maka peserta didik/siswa diharapkan dapat menjelaskan tentang: jenis-jenis zat makanan yang terkandung di dalam makanan dan fungsinya bagi tubuh.

Melalui kegiatan pembelajaran menggunakan model Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) dan pendekatan saintifik, tujuan pembelajaran pada pertemuan ini adalah peserta didik/siswa diharapkan dapat:

  1. Menguraikan zat-zat makanan yang terkandung dalam bahan makanan
  2. Mengaitkan fungsi zat-zat makanan bagi tubuh
  3. Mendeteksi akibat yang ditimbulkan bila kelebihan dan kekurangan zat-zat makanan
  4. Menyeleksi contoh bahan makanan berdasarkan jenis-jenis zat makanan
  5. Menguji atau melakukan praktik uji zat makanan terhadap berbagai jenis bahan makanan
  6. Menyajikan laporan hasil uji zat makanan yang terkandung dalam berbagai jenis bahan makanan

Pada pertemuan ini akan membahas zat makanan yang merupakan bagian dari materi sistem pencernaan. Kompetensi dasar, indikator, dan KKM dalam pembelajaran ini dapat dilihat pada menu KI & KD.

Kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini menggunakan model kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division). Langkah-langkah pembelajaran dapat dilihat pada menu Langkah-Langkah Model Kooperatif Tipe STAD.

Perhatikan dan amatilah gambar makanan dan minuman di bawah ini!

Nasi Padang
Kue/jajanan pasar
Rujak Buah
Es Cendol
Makanan Ringan Kemasan
Minuman Kemasan
Previous
Next

Gambar 1.1 Beberapa contoh makanan dan minuman

Sebelum melanjutkan pembelajaran, jawablah pertanyaan berikut:
1. Apa saja komposisi atau bahan-bahan yang kamu ketahui pada makanan atau minuman yang ditampilkan?
2. Sebutkan perbedaan yang kamu ketahui dari makanan atau minuman yang ditampilkan?

Pada pertemuan ini akan membahas materi zat makanan. Makanan terdiri dari zat-zat makanan (karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin). Zat makanan merupakan senyawa yang terkandung di dalam makanan, dan harus dipecah atau diubah menjadi molekul sebelum dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Molekul-molekul yang telah dipecah dari zat-zat makanan adalah substansi yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh, menghasilkan energi dalam proses metabolisme, dan memperbaiki jaringan yang rusak. Makanan yang terdiri dari zat-zat makanan tersebut diubah menjadi molekul-molekul melalui sistem pencernaan.

Zat makanan dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu: zat makanan makro (makronutrien) dan zat makanan mikro (mikronutrien). Zat makanan makro, adalah zat makanan yang diperlukan tubuh dalam jumlah besar, antara lain: karbohidrat, protein, lemak, dan air. Zat makanan mikro, adalah zat makanan yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit, antara lain: vitamin dan mineral.

Siswa bergabung ke dalam kelompok belajar sesuai dengan kelompok yang sudah ditentukan oleh guru.

Setiap kelompok memperoleh lembar untuk menjawab LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik). LKPD dapat dilihat pada Kegiatan 1.1

Pada pertemuan ini membahas zat makanan, untuk itu berikut merupakan bahasan tentang zat-zat makanan:

A. Zat-zat Makanan

1. Karbohidrat

Nasi
Roti
Kentang
Singkong
Ubi Jalar
Talas
Jagung
Buah-buahan
Sayur-sayuran
Biji-bijian
Susu dan produk susu
Madu
Gula tebu
Gula aren
Previous
Next

Gambar 1.2 Beberapa contoh sumber karbohidrat

Karbohidrat adalah senyawa majemuk yang mengandung unsur C (karbon), H (hidrogen), dan O (oksigen). Karbohidrat merupakan zat makanan yang memiliki manfaat utama sebagai sumber energi yang diperlukan oleh tubuh, sehingga tubuh mampu menjalankan berbagai fungsinya, dan melakukan berbagai aktivitas setiap hari. Selain sebagai sumber energi utama, karbohidrat berfungsi dalam pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh; serta menjaga keseimbangan asam dan basa.

Karbohidrat dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

1) Karbohidrat sederhana,
merupakan karbohidrat yang mengandung satu atau dua jenis gula. Monosakarida dan disakarida merupakan contoh karbohidrat sederhana.

Monosakarida adalah karbohidrat paling sederhana yang terdiri dari satu gugus gula serta mempunyai rasa manis dan mudah larut dalam air. Karbohidrat jenis ini terdiri dari tiga golongan, yaitu: glukosa, fruktosa dan  galaktosa.

Disakarida adalah karbohidrat yang terdiri atas dua gugus gula, yakni gabungan dari dua macam monosakarida. Disakarida terdiri dari tiga golongan, yaitu:
maltosa = glukosa + glukosa
sukrosa = glukosa + fruktosa
laktosa = glukosa + galaktosa

2) Karbohidrat kompleks,
merupakan karbohidrat yang mengandung banyak monosakarida. Polisakarida merupakan contoh dari karbohidrat kompleks.

Polisakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari beberapa gugus gula serta umumnya lebih dari enam molekul monosakarida.

Pada dasarnya, polisakarida ini cenderung terasa pahit serta sukar larut di dalam air. Karbohidrat yang termasuk di dalam golongan yaitu: pati, glikogen, dan serat.

Tabel 1.1 Jenis-jenis karbohidrat dan contohnya

2. Protein

Daging sapi
Daging Kambing
Daging Ayam
Daging Bebek
Ikan Salmon
Ikan Tuna
Telur Ayam
Telur Puyuh
Telur Bebek
Susu
Kacang Tanah
Kacang Mete
Kacang Kenari
Kacang Almond
Kacang Hazel/Hazelnut
Kacang dan Susu Kedelai
Previous
Next

Gambar 1.3 Beberapa contoh sumber protein

Protein adalah senyawa majemuk yang tersusun dari unsur C (karbon), H (hidrogen), dan N (nitrogen). Satu protein terdiri atas beberapa molekul asam amino

Protein memiliki fungsi sebagai berikut:
1) sebagai zat pembangun dan pengatur dalam pertumbuhan
2) sebagai sumber energi
3
) pembentukan zat-zat penting tubuh seperti hormon dan enzim
4) perbaikan dan pemeliharaan jaringan tubuh

Sebelum diserap oleh tubuh, protein dipecah terlebih dahulu menjadi asam amino. Asam amino dibagi menjadi dua macam yaitu asam amino esensial (asam amino yang tidak dapat disintesis atau dibentuk oleh tubuh, jadi diperoleh melalui makanan) dan asam amino nonesensial (asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh).

Bahan makanan yang banyak mengandung protein dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu protein hewani (protein yang diperoleh dari hewan, seperti: daging, telur dan ikan) dan protein nabati (protein yang diperoleh dari tumbuhan, seperti: kacang-kacangan).

3. Lemak

Daging dan Ikan
Susu
Keju
Mentega
Telur
Minyak Kedelai
Minyak Kelapa
Minyak Kelapa Sawit
Alpukat
Previous
Next

Gambar 1.4 Beberapa contoh sumber lemak

Lemak/lipid tersusun atas unsur C (karbon), H (hidrogen) dan O (oksigen). Di dalam satu molekul lemak terdapat satu molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak

Fungsi lemak bagi tubuh adalah:
1) sebagai sumber energi
2) sebagai pelarut vitamin A, D, E dan K
3) sebagai pelindung organ-organ tubuh
4) sebagai pembangun bagian sel
5) sebagai bahan makanan cadangan

Lemak dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu: lemak sederhana (lemak dan minyak), lemak campuran (fosfolipid dan lipoprotein), lemak asli (asam lemak dan sterol). 

Lemak dapat dibedakan pula berdasarkan tingkat kejenuhannya, yaitu: asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh banyak terdapat pada daging, ikan, keju, susu dan mentega. Sedangkan asam lemak tak jenuh banyak terdapat pada minyak kedelai, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit atau minyak goreng.

4. Vitamin

Buah-buahan
Sayur-sayuran
Sayuran hijau
Ikan, daging, dan telur
Produk susu
Biji-bijian
Kacang-kacangan
Polong-polongan
Minyak nabati
Teh
Previous
Next

Gambar 1.5 Beberapa contoh sumber vitamin

Vitamin adalah zat organik yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah sedikit. Meskipun diperlukan dalam jumlah sedikit dan bukanlah sumber energi, tetapi vitamin melakukan fungsi regulator (pengatur). 

Vitamin bekerjasama dengan enzim dalam beberapa reaksi kimia. Vitamin juga penting bagi pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan, dan reproduksi. Vitamin harus ada di dalam tubuh menusia karena memiliki fungsi khusus dan tidak dapat digantikan. Secara alami, vitamin dapat diperoleh dari sayur-sayuran dan buah-buahan.

Vitamin dapat dibagi menjadi dua golongan besar yaitu:
• Vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C)
• Vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E dan K)

Tabel 1.2 Jenis-jenis vitamin beserta sumber, fungsi, serta gejala kekurangan dan kelebihan

5. Mineral

Produk susu
Sayuran hijau
Buah-buahan
Biji-bijian
Kacang-kacangan
Polong-polongan
Ikan, daging, dan telur
Seafood
Garam
Teh
Previous
Next

Gambar 1.6 Beberapa contoh sumber mineral

Mineral diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang relatif sedikit. Beberapa mineral yang berwujud garam atau unsur merupakan komponen vital bagi tubuh.

Fungsi mineral bagi tubuh antara lain:
1) untuk pembentukan hormon, tulang, gigi, dan darah
2) mengaktifkan reaksi yang dikatalis oleh enzim
3) bertanggungjawab dalam kontraksi otot
4) membantu regulasi fungsi tubuh, seperti pertumbuhan dan metabolisme

Mineral dapat dibedakan menjadi 2 golongan, yaitu:
• Mineral makro,
merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh sebanyak minimal 100 mg per hari, antara lain: Ca, N, K, dan Mg (bersifat basa); P, Cl, dan S (bersifat asam).
Mineral mikro,
mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kurang dari 100 mg per hari, antara lain: Fe, I, Cu, Co, Mn, Zn, Se, dan F.

Tabel 1.3 Jenis-jenis mineral beserta sumber, fungsi, dan gejala kekurangan

6. Air

Gambar 1.7 Beragam manfaat air untuk tubuh (Sumber: ners.unair.ac.id)

Air sangat penting untuk kehidupan. Fungsi air bagi tubuh adalah:
1) mengangkut nutrisi ke berbagai jaringan
2) mengangkut sisa-sisa metabolisme dari jaringan ke luar tubuh
3) sebagai media berbagai reaksi kimia dalam tubuh
4) sebagai pelarut zat-zat tertentu
5) menjaga tekanan osmotik dalam sel

Air dapat masuk ke dalam tubuh melalui: air minum, makanan, buah, sayur, dan daging. Air dikeluarkan dari dalam tubuh pada saat bernapas, berkeringat, dan sebagian dikeluarkan bersama dengan urine dan feses.

7. Zat Aditif

Zat aditif atau bahan tambahan pada makanan adalah bahan yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dalam jumlah kecil, dengan tujuan untuk memperbaiki penampakan, cita rasa, tekstur, dan memperpanjang daya simpan. Selain itu dapat meningkatkan nilai gizi seperti protein, mineral dan vitamin.

Berikut merupakan jenis-jenis zat aditif:
1) Zat Pengawet
Zat pengawet bertujuan untuk memperlambat oksidasi yang dapat merusak makanan.
• Antioksidan, merupakan pengawet yang mencegah kerusakan makanan secara oksidatif.
Contoh: asam akorbat (vitamin C), asam sitrat, nutylated hydroxyanisole (BHA), nutylated hydroxytoluene (BHT), sulfit dan tokoferol.
• Antimikroba, merupakan pengawet yang mencegah kerusakan makanan dengan menghambat pertumbuhan mikroba.
Contoh: asam asetat, asam benzoate, asam propionate, nitrat, nitrit, dan asam sorbat. 

2) Zat Pewarna
Zat pewarna digunakan untuk mempercantik makanan dan membuatnya lebih menarik.
• Pewarna alami merupakan pewarna yang bersumber dari sari pati buah atau sayuran, misalnya: daun pandan, kunyit, 
• Pewarna buatan merupakan pewarna yang dibuat dari bahan kimia, misalnya: indigo karmin (biru), tartrazin (kuning), benzil violet (ungu).

3) Zat Penyedap
Zat penyedap makanan adalah zat yang ditambahkan untuk menambah cita rasa makanan sehingga lebih enak.
• Penyedap makanan alami didapat dari rempah-rempah, kaldu ayam, daging, tulang, dan cangkang makanan laut seperti udang dan kepiting.
• Penyedap buatan yang sering digunakan adalah monosodium glutamat (MSG) atau yang biasa disebut sebagai micin.

4) Zat Pemanis
Zat pemanis digunakan untuk memberi rasa manis pada makanan.
• Pemanis alami didapat dari gula tebu, gula aren, dan sirup fuktosa. Sirup fruktosa didapat dari jagung dan banyak digunakan pada makanan kemasan seperti sereal, soda, makanan ringan, dan minuman kaleng. 
• Pemanis buatan memiliki rasa manis berkali-kali lipat dibanding pemanis alami dengan kalori yang lebih rendah, misalnya: siklamat, aspartam, kalium asesulfat, sakarin. 

5) Zat Pengharum atau Zat Pemberi Aroma
Zat pengharum adalah zat aditif yang memberikan aroma pada makanan.
• Zat pengharum alami didapatkan dari daun pandan, kayu manis, dan sari buah-buahan.
• Zat pengharum buatan didapatkan dari senyawa ester, misalnya: allyl hexanoate (nanas), amil asetat (pisang), amil valerat (apel), oktil asetat (jeruk).

Setelah selesai mengerjakan LKPD pada Kegiatan 1.1 di atas, peserta didik/siswa melakukan diskusi kelas melalui presentasi kelompok di depan kelas, dan kelompok lain dapat menanggapi presentasi kelompok yang tampil dan saling berdiskusi.

Rangkuman Pertemuan 1

  • Zat makanan merupakan senyawa yang terkandung di dalam makanan, dan harus dipecah atau diubah menjadi molekul sebelum dapat dimanfaatkan oleh tubuh. 
  • Makanan terdiri dari zat-zat makanan yaitu: karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin.
  • Molekul-molekul yang telah dipecah dari zat-zat makanan adalah substansi yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh, menghasilkan energi dalam proses metabolisme, dan memperbaiki jaringan yang rusak. 
  • Zat makanan dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu: zat makanan makro (makronutrien) dan zat makanan mikro (mikronutrien). 
  • Zat makanan makro, adalah zat makanan yang diperlukan tubuh dalam jumlah besar, antara lain: karbohidratproteinlemak, dan air. 
  • Zat makanan mikro, adalah zat makanan yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit, antara lain: vitamin dan mineral.
  • Zat aditif atau bahan tambahan pada makanan adalah bahan yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dalam jumlah kecil, dengan tujuan untuk memperbaiki penampakan, cita rasa, tekstur, dan memperpanjang daya simpan.

Menyatukan hasil diskusi yang telah dilakukan, serta menyampaikan dan membahas hal-hal atau pembahasan yang belum tepat. Membuat kesimpulan terhadap materi yang dipelajari. Kemudian dilanjutkan dengan peserta didik/siswa menjawab soal latihan secara mandiri/perorangan di bawah ini.

Penginformasian dan pemberian penghargaan atau pujian kepada kelompok yang termasuk ke dalam kategori super team, great team, dan good team