SiPenc | Sistem Pencernaan

Pertemuan 2

PEDOMAN GIZI SEIMBANG DAN KEBUTUHAN KALORI

Pada pertemuan sebelumnya kita telah mempelajari materi Zat Makanan. Pada materi tersebut kita mengetahui bahwa di dalam makanan terkandung berbagai jenis zat makanan, coba sebutkan jenis-jenis zat makanan yang telah kita pelajari!

Tahukah kalian dalam menjaga dan merawat kesehatan tubuh, terdapat beberapa hal yang dapat kita lakukan. Coba sebutkan beberapa usaha yang kalian ketahui untuk menjaga dan merawat kesehatan tubuh!

Apabila materi pada pertemuan ini dapat dipelajari dengan baik dan sungguh-sungguh, maka peserta didik/siswa diharapkan dapat menguraikan tentang: pedoman gizi seimbang, menghitung serta mengidentifikasi BMI dan BMR, serta kebutuhan kalori sehingga dapat menjaga dan merawat kesehatan tubuh.

Melalui kegiatan pembelajaran menggunakan model Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) dan pendekatan saintifik, tujuan pembelajaran pada pertemuan ini adalah peserta didik/siswa diharapkan dapat:

  1. Menguraikan informasi tentang pedoman gizi seimbang
  2. Mengidentifikasi  BMI dan BMR
  3. Mengidentifikasi kebutuhan kalori dan menyusun menu makanan seimbang
  4. Menyajikan laporan tentang teknologi pengolahan pangan dan keamanan pangan

Pada pertemuan ini akan membahas materi pedoman gizi seimbang, BMI, BMR, dan kebutuhan kalori. Kompetensi dasar, indikator, dan KKM dalam pembelajaran ini dapat dilihat pada menu KI & KD.

Kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini menggunakan model kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division). Langkah-langkah pembelajaran dapat dilihat pada menu Langkah-Langkah Model Kooperatif Tipe STAD.

Perhatikan dan amatilah gambar kegiatan atau aktivitas harian di bawah ini!

Menyapu
Berolahraga
Mencuci
Previous
Next

Gambar 1. Beberapa contoh kegiatan atau aktivitas harian

Sebelum melanjutkan pembelajaran, jawablah pertanyaan berikut:
1. Apa perbedaan yang kamu dapatkan dari ketiga gambar tersebut?
2. Hal utama apa yang dibutuhkan dalam melakukan kegiatan tersebut?

Pada pertemuan ini akan membahas pedoman gizi seimbang, BMI, BMR, dan kebutuhan kalori. Pedoman gizi seimbang adalah susunan asupan makanan sehari-hari yang didasarkan pada jenis dan jumlah zat gizi, yang kesemuanya telah disesuaikan dengan kebutuhan harian tubuh.

Kebutuhan gizi pada tubuh dipenuhi dengan cara memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan mempertahankan berat badan normal. Hal ini semuanya dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan gizi.

Gizi seimbang adalah apabila asupan makanan ke dalam tubuh berjumlah cukup secara kuantitas, kualitas, dan mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Tujuannya adalah agar kesehatan tubuh terjaga, pertumbuhan terjadi dengan sempurna (pada anak-anak), zat gizi tersimpan, dan aktivitas dan fungsi kehidupan sehari-hari berjalan optimal.

Siswa bergabung ke dalam kelompok belajar sesuai dengan kelompok yang sudah ditentukan oleh guru (kelompok tetap sama dengan pertemuan sebelumnya).

Setiap kelompok memperoleh lembar untuk menjawab LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik). LKPD dapat dilihat pada Kegiatan 1.2

Pada pertemuan ini membahas pedoman gizi seimbang dan kebutuhan kalori, termasuk BMI dan BMR, untuk itu berikut merupakan bahasan tentang pedoman gizi seimbang dan kebutuhan kalori:

B. Pedoman Gizi Seimbang dan Kebutuhan Kalori

1. Pedoman Gizi Seimbang

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 41 tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang, terdapat 4 (empat) pilar Prinsip Gizi Seimbang. Pada dasarnya, 4 (empat) pilar tersebut merupakan rangkaian upaya untuk menyeimbangkan antara zat gizi yang keluar dan zat gizi yang masuk ke dalam tubuh dengan memantau berat badan secara teratur. 

Empat Pilar tersebut adalah:
1) Mengonsumsi anekaragam pangan
Maksud dari beranekaragam dalam prinsip ini selain keanekaragaman jenis pangan juga termasuk proporsi makanan yang seimbang, dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan dan dilakukan secara teratur. Anjuran pola makan dalam beberapa dekade terakhir telah memperhitungkan proporsi setiap kelompok pangan sesuai dengan kebutuhan yang seharusnya. 

Contoh: saat ini dianjurkan mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buahan dibandingkan dengan anjuran sebelumnya. Demikian pula jumlah makanan yang mengandung gula, garam dan lemak yang dapat meningkatkan resiko beberapa penyakit tidak menular, dianjurkan untuk dikurangi. Pada saat ini minum air dalam jumlah yang cukup telah dimasukkan dalam komponen gizi seimbang oleh karena pentingnya air dalam proses metabolisme dan dalam pencegahan dehidrasi.

2) Membiasakan perilaku hidup bersih
Penyakit infeksi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi status gizi seseorang secara langsung, terutama anak-anak. Seseorang yang menderita penyakit infeksi akan mengalami penurunan nafsu makan sehingga jumlah dan jenis zat gizi yang masuk ke tubuh berkurang. Sebaliknya pada keadaan infeksi, tubuh membutuhkan zat gizi yang lebih banyak untuk memenuhi peningkatan metabolisme pada orang yang menderita infeksi terutama apabila disertai panas. 

Pada orang yang menderita penyakit diare, berarti mengalami kehilangan zat gizi dan cairan secara langsung akan memperburuk kondisinya. Demikian pula sebaliknya, seseorang yang menderita kurang gizi akan mempunyai risiko terkena penyakit infeksi karena pada keadaan kurang gizi daya tahan tubuh seseorang menurun, sehingga kuman penyakit lebih mudah masuk dan berkembang. Kedua hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan kurang gizi dan penyakit infeksi adalah hubungan timbal balik.

Budaya perilaku hidup bersih akan menghindarkan seseorang dari keterpaparan terhadap sumber infeksi. Contoh: 1) selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan dan minuman, dan setelah buang air besar dan kecil, akan menghindarkan terkontaminasinya tangan dan makanan dari kuman penyakit antara lain kuman penyakit tipes dan disentri; 2) menutup makanan yang disajikan akan menghindarkan makanan dihinggapi lalat dan binatang lainnya serta debu yang membawa berbagai kuman penyakit.

3) Melakukan aktivitas fisik
Aktivitas fisik yang meliputi segala macam kegiatan tubuh termasuk olahraga merupakan salah satu upaya untuk menyeimbangkan antara pengeluaran dan pemasukan zat gizi utamanya sumber energi dalam tubuh. Aktivitas fisik memerlukan energi. Selain itu, aktivitas fisik juga memperlancar sistem metabolisme di dalam tubuh termasuk metabolisme zat gizi. Oleh karenanya, aktivitas fisik berperan dalam menyeimbangkan zat gizi yang keluar dari dan yang masuk ke dalam tubuh.

4) Memantau Berat Badan (BB) secara teratur untuk mempertahankan berat badan normal
Bagi orang dewasa salah satu indikator yang menunjukkan bahwa telah terjadi keseimbangan zat gizi di dalam tubuh adalah tercapainya berat badan yang normal, yaitu berat badan yang sesuai untuk tinggi badannya. Indikator tersebut dikenal dengan Indeks Masa Tubuh (IMT). Oleh karena itu, pemantauan BB normal merupakan hal yang harus menjadi bagian dari “Pola Hidup” dengan “Gizi Seimbang”, sehingga dapat mencegah penyimpangan BB dari BB normal, dan apabila terjadi penyimpangan dapat segera dilakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganannya.

Bagi bayi dan balita indikator yang digunakan adalah perkembangan berat badan sesuai dengan pertambahan umur. Pemantauannya dilakukan dengan menggunakan KMS.

Maksud dari berat badan normal adalah:
• Untuk orang dewasa jika IMT (Indeks Masa Tubuh) 18,5-25,0
• Bagi anak Balita dengan menggunakan KMS (Kartu Menuju Sehat) dan berada di dalam pita hijau

Pedoman Gizi Seimbang memuat 10 pesan dasar, sebagai berikut:
1) mengonsumsi beraneka ragam makanan pokok
2) batasi konsumsi panganan manis, asin, dan berlemak
3) lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan ideal
4) biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi
5) cusi tangan pakai sabun dengan air mengalir
6) biasakan sarapan pagi
7) biasakan minum air putih yang cukup dan aman
8) banyak makan buah dan sayur
9) biasakan membaca label pada kemasan pangan
10) syukuri dan nikmati aneka ragam makanan

2. Usaha Perbaikan Gizi

Beberapa upaya perbaikan gizi yang dilakukan pemerintah Indonesia, antara lain:

1) Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK),
dilakukan dalam bentuk: penyuluhan tentang sumber makanan bergizi; dan pelatihan dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam bahan makanan bergizi.

2) Pencegahan Kekurangan Vitamin,
dilakukan dengan cara: penyuluhan gizi rutin; dan pemberian vitamin pada anak dan balita.

3) Pencegahan penyakit endemik,
yaitu dengan melakukan: penyuluhan kesehatan rutin; dan penyediaan obat dan vaksin.

4) Perbaikan pelayanan gizi dan kesehatan masyarakat,
meliputi: mempermudah akses masyarakat untuk mendapat pelayanan kesehatan; dan penyaluran bahan makanan bergizi yang cepat dan merata.

3. BMI dan BMR

1) Body Mass Index (BMI) atau Indeks Masa Tubuh (IMT)
Body Mass Index (BMI) atau Indeks Masa Tubuh (IMT) adalah suatu ukuran yang digunakan untuk menunjukkan kategori berat badan seseorang. BMI/IMT ditentukan oleh pengukuran berat dan tinggi badan yang dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Setelah dihitung dan mendapatkan hasil, lihatlah kategori golongan berat badan berdasarkan tabel berikut:

Tabel 1.4 Batas ambang BMI untuk Indonesia (Sumber: hukor.kemkes.go.id)

Contoh: 
BMI seorang perempuan dengan tinggi 165 cm dan berat badan 55 kg adalah . . .
Jawab:

2) Basal Metabolic Rate (BMR) atau Angka Metabolisme Basal (AMB)
Basal metabolic rate (BMR) atau Angka Metabolisme Basal (AMB)  adalah kalori minimal yang diperlukan tubuh untuk melakukan aktivitas dasar tubuh atau proses vital. Proses tubuh vital meliputi: sistem peredaran darah, pernapasan, metabolisme sel, dan mempertahankan suhu tubuh.

Beberapa faktor dari dalam tubuh (internal) yang dapat mempengaruhi BMR, antara lain: kondisi genetik; ukuran badan; jumlah massa otot; jumlah massa lemak; umur; jenis kelamin; pertumbuhan; kondisi hormon dan saraf.

Beberapa faktor dari luar tubuh (eksternal) yang dapat mempengaruhi BMR, antara lain: zat gizi yang dikonsumsi; suhu lingkungan; aktivitas fisik; berpuasa, kelaparan atau diet ekstrem; obat-obatan dan zat kimia; penyakit.

Cara menghitung BMR dengan menggunakan rumus berikut:

Contoh:
BMR seorang laki-laki berumur 54 tahun dengan berat badan (BB) 65 kg adalah . . .
Jawab:
BMR  = 0,9 × BB (kg) × 24 jam
          = 0,9 × 65 × 24 × 1 Kalori
          = 1.404 Kalori (1.404 kkal)

BMR seorang wanita pada umur dan berat badan yang sama adalah . . .
Jawab:
BMR  = 0,8 × BB (kg) × 24 jam
          = 0,8 × 65 × 24 × 1 Kalori
          = 1.248 Kalori (1.248 kkal)

4. Kebutuhan Kalori

1) Kebutuhan kalori per hari
Untuk menghitung kebutuhan kalori per hari atau kebutuhan kalori basal, terlebih dahulu:
• Ketahui Tinggi Badan (TB) dalam satuan cm
Ketahui Berat Badan (BB) dalam satuan kg
• Ketahui Berat Badan Ideal (BBI) dengan rumus broca:
  Menghitung BBI Laki-laki*      
  BBI = [TB-100] – [(TB – 100) 10%]
  Menghitung BBI Perempuan*
  BBI = [TB-100] – [(TB – 100) x 15%]
• Ketahui Kebutuhan Kalori Basal (KKB) dengan rumus:
   Laki-laki        KKB  =  30 kkal x BBI
   Perempuan   KKB  =  25 kkal x BBI

2) Kebutuhan kalori total
KKT (Kebutuhan Kalori Total) merupakan jumlah kebutuhan kalori tubuh ditambah dengan jumlah kalori saat melakukan aktivitas fisik. Untuk menghitung KTT, dapat menggunakan rumus sebagai berikut:
KKT = KKB + %Aktivitas Fisik x KKB – %Faktor Koreksi x KKB

Tabel 1.5 Contoh dari 3 kelompok aktivitas fisik (Sumber: kemkes.go.id)

Tabel 1.6 Faktor koreksi (Sumber: kemkes.go.id)

Contoh:
Bagaimana menghitung Kebutuhan Kalori Total seorang ibu rumah tangga berusia 42 tahun, memiliki tinggi badan 165 cm, yang melakukan “aktivitas sedang” seperti menyapu?
Jawab:
1) Menghitung Berat Badan Ideal
BBI   = (TB-100) – (15% x (TB-100))
        = (165-100) – (15% x (165-100))
        = (65) – (15% x 65)
        = 55,25 kg

2) Menghitung Kebutuhan Kalori Basal
*perempuan = 25 kkal x BBI
KKB  = 25 kkal x BBI
         = 25 x 55,25
         = 1.381,25 kkal

3) Menghitung Kebutuhan Kalori Total
*menyapu = 20%    *usia 40-59 = -5%
KKT = 
KKB + %Aktivitas Fisik x KKB – %Faktor Koreksi x KKB
        = 1.381,25 + 20% x 1.381,25 – 5% x 1.381,25
        = 1.381,25 + 276,25 – 69,0625
        = 1.588,43 kkal

Setelah selesai mengerjakan LKPD pada Kegiatan 1.2 di atas, peserta didik/siswa melakukan diskusi kelas melalui presentasi kelompok di depan kelas, dan kelompok lain dapat menanggapi presentasi kelompok yang tampil dan saling berdiskusi.

Rangkuman Pertemuan 2

  • 4 (empat) pilar Prinsip Gizi Seimbang: mengonsumsi anekaragam pangan, membiasakan perilaku hidup bersih, melakukan aktivitas fisik, dan memantau Berat Badan (BB) secara teratur untuk mempertahankan berat badan normal.
  • Beberapa upaya perbaikan gizi yang dilakukan pemerintah Indonesia, antara lain: Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK), pencegahan kekurangan vitamin, pencegahan penyakit endemik, perbaikan pelayanan gizi dan kesehatan masyarakat.
  • Body Mass Index (BMI) atau Indeks Masa Tubuh (IMT) adalah suatu ukuran yang digunakan untuk menunjukkan kategori berat badan seseorang. 
  • Basal metabolic rate (BMR) atau Angka Metabolisme Basal (AMB)  adalah kalori minimal yang diperlukan tubuh untuk melakukan aktivitas dasar tubuh atau proses vital. Proses tubuh vital meliputi: sistem peredaran darah, pernapasan, metabolisme sel, dan mempertahankan suhu tubuh.
  • Kebutuhan kalori meliputi kebutuhan kalori per hari dan kebutuhan kalori total (kebutuhan kalori per hari + kebutuhan kalori ketika melakukan aktivitas).

Menyatukan hasil diskusi yang telah dilakukan, serta menyampaikan dan membahas hal-hal atau pembahasan yang belum tepat. Membuat kesimpulan terhadap materi yang dipelajari. Kemudian dilanjutkan dengan peserta didik/siswa menjawab soal latihan secara mandiri/perorangan di bawah ini.

Penginformasian dan pemberian penghargaan atau pujian kepada kelompok yang termasuk ke dalam kategori super team, great team, dan good team