SiPenc | Sistem Pencernaan

Kegiatan 1.1

MENGUJI  KANDUNGAN  NUTRISI  PADA  MAKANAN

Tujuan:
Menguji atau melakukan praktik uji zat makanan untuk mengetahui jenis zat nutrisi yang terkandung dalam bahan makanan.

Dasar Teori:
Makanan yang kita makan mengandung berbagai zat makanan. Zat-zat yang terkandung dalam bahan makanan dapat diketahui dengan melakukan uji pada bahan makanan tersebut. Larutan lugol digunakan untuk menguji kandungan amilum. Larutan fehling A dan B digunakan untuk menguji kandungan gula. Reagen Biuret atau Millon Nase digunakan untuk menguji kandungan protein. Untuk menguji kandungan lemak dapat dilakukan dengan mengoleskan makanan ke kertas atau dengan menggunakan etanol. Larutan betadine dan amilum iodida digunakan untuk menguji kandungan vitamin C.

Alat dan Bahan:
1. Bahan-bahan makanan,
misalnya: beras, roti, kanji atau pati, kentang, ikan, tepung terigu (bahan ini boleh diganti dengan yang lain), buah-buahan, tablet vitamin C.
2. Larutan lugol atau iodin
3. Reagen Benedict
4. Fehling A dan Fehling B
5. Reagen Biuret
6. Betadine
7. Akuades
8. Reagen Millon Nase
9. Etanol
10. 20 tabung reaksi dan raknya
11. Gelas ukur
12. 
Pipet
13. Bunsen
14. Parutan dan wadah plastik
15. Kertas saring atau saringan

Cara Kerja:
1. Untuk pengujian kandungan nutrisi, bahan makanan yang padat sebaiknya dihaluskan dahulu dan dijadikan larutan, masing-masing dengan 100 mL air.
2. Ujilah tiap bahan makanan yang ada dengan pengujian seperti berikut:

a. Pengujian amilum
Untuk pengujian amilum boleh menggunakan bahan padat atau larutan.
Cara Pengujian: Bahan makanan yang ingin diketahui kandungan amilumnya ditetesi dengan larutan lugol yang encer. Jika menunjukkan warna biru sampai hitam, berarti bahan makanan tersebut positif mengandung amilum.

b. Pengujian gula
Larutan bahan makanan yang akan diuji dimasukkan dalam tabung reaksi, lalu ditetesi dengan Fehling A dan B. Larutan akan berwarma biru. Kemudian, panaskan tabung reaksi dengan hati-hati. Jika warna biru pada larutan berubah menjadi hijau sampai oranye, berarti bahan makanan tersebut mengandung gula.
Lakukanlah pengujian ini untuk kelima bahan makanan yang ada, lalu buatlah catatan makanan apa saja yang mengandung gula. Jika pengujian dilakukan dengan pereaksi reagen Benedict, bahan makanan yang mengandung gula akan berwarna jingga (merah bata).

c. Pengujian protein
Pengujian protein dapat menggunakan reagen Biuret atau reagen Millon Nase.
1) Menggunakan Biuret
Larutan makanan ditetesi dengan 4 tetes reagen Biuret. Jika warnanya berubah ungu, berarti mengandung protein.
2) Menggunakan Millon Nase
Bahan makanan yang diuji ditetesi reagen Millon Nase. Bahan tersebut akan menggumpal dan berwarna putih. Kemudian bahan yang telah menggumpal dipanaskan. Jika berubah warna menjadi merah, berarti bahan makanan tersebut mengandung protein.

d. Pengujian lemak
Untuk menguji lemak, dapat digunakan kertas koran. Teteskan larutan yang diuji pada pinggir kertas koran. Jika larutan itu mengandung lemak, pinggir kertas koran akan tampak buram.
Pengujian lemak dapat juga menggunakan etanol dan air. Caranya, masukkan 5 mL etanol dalam tabung reaksi. Kemudian masukkan 2 tetes larutan bahan yang diuji. Tuangkan etanol dan bahan lain dalam tabung yang berisi 5 mL air. Jika terbentuk emulsi putih keruh, berarti bahan makanan yang diuji mengandung lemak.

e. Pengujian vitamin C
Pengujian vitamin C dalam bahan makanan dilakukan dengan cara membandingkannya dengan kadar vitamin C tablet yang telah diketahui.

Menggunakan betadine
Mula-mula sediakan larutan betadine dan larutan dari makanan/buah-buahan. Kemudian campur larutan betadine dengan larutan yang ingin diuji, jika hasilnya jernih maka di dalam makanan tersebut mengandung vitamin C.

Menggunakan amilum iodida
Mula-mula, kita uji terlebih dahulu ukuran pipet tetes dengan gelas ukur, misalnya tiap 1 mL = 15 tetes. Kemudian, larutkan 50 mg vitamin C dalam 50 mL akuades. Berarti, tiap 1 mL (15 tetes) larutan vitamin C mengandung 1 mg Vitamin C.
Setelah itu, lakukan pengujian dengan larutan amilum iodida. Larutan amilum iodida berwarna biru dapat dibuat dari: 1 mL kanji (pati) dilarutkan dalam 25 mL akuades, ditambah 2 tetes lugol. Kemudian, aduklah.

1) Larutan vitamin C
Misalnya warna biru hilang setelah 10 tetes, berarti larutan vitamin C mengandung 2/3 
mg vitamin C (10/15, 2/3).

2) Air apel
Misalkan warna biru hilang setelah 20 tetes, berarti 20 tetes air apel sebanding dengan 10 tetes larutan vitamin C yang mengandung 2/3 mg vitamin C.

Jadi, 1 mL air apel mengandung vitamin C = 15/20 x 2/3 mg = 0,5 mg.
Lakukanlah pengujian ini terhadap berbagai macam buah-buahan.